8 Kitab Kuning Dasar Yang Pasti Diajarkan di Pondok Pesantren Salaf

Baitulmustaqim.com -  8 Kitab Kuning Dasar Yang Pasti Diajarkan di Pondok Pesantren Salaf - Pondok Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan Islam tradisional yang mengajarkan kitab-kitab kuning klasik yang diarang oleh para alim ulama' ternama. Baik dari Indonesia maupun dari jazirah Arab. 
8 Kitab Kuning Dasar
Dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda dengan pendidikan formal yang ada si sekolah. Terbukti Pondok Pesantren salaf sampai saat ini masih eksis dalam menjaga sistem pembelajaran yang digunakan tersebut.

Metode sorogan dan bandungan lebih jitu dipakai dalam mengajarkan dan memberi pemahaman kepada seluruh santri yang ada. Dengan adanya metode tersebut santri lebih cepat menghafal dan memahami isi kandungan kitab-kitab kuning yang ada.

Untuk lebih cepat dalam memahami kitab-kitab kuning khas pesantren tersebut admin sudah bagikan pada postingan sebelumnya dengan sebuah judul 7 Tips and Trik Cara Cepat Mampu Membaca Kitab Kuning.

Sebagai pengenalan dan pengajaran terhadap kitab-kitab kuning khas pondok pesantren salaf pasti mengajarkan kitab-kitab dasar yang dijadikan sebagai bahan pengajaran pada tingkat dasar.

Nah, apa sajakah kitab kuning yang sering diajarkan di Pondok Pesantren salaf sebagai tahapan awal dalam pesantren tersebut? Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi tentang Kitab Kuning Dasar Yang Pasti Diajarkan di Pondok Pesantren Salaf.


Berikut ini 8 Kitab Kuning Dasar Yang Pasti Diajarkan di Pondok Pesantren Salaf, beberapa kitab dasar yang sudah bisa dipastikan diajarkan pesantren:

8 Kitab Kuning Dasar Yang Pasti Diajarkan di Pondok Pesantren Salaf


1. Kitab Al-Jurumiyah

Kitab Jurumiyah adalah sebuah kitab karangan Syekh Sonhaji yang merupakan sebuah kitab dasar yang mempelajari ilmu alat atau ilmu nahwu. Setiap santri yang akan mempelajari kitab kuning, wajib belajar memahami kitab kuning yang dikarang oleh Syekh Sonhaji tersebut.

Setelah memahami dan menguasai kitab Jurumiyah ini, maka santri harus meningkatkan kemampuannya dalam pada tingkatan kitab selanjutnya, yaitu kitab Imriti. Sebuah kitab Nadhom Al-Imriti atau Nazom Imriti merupakan sebuah matan Kitab Jurumiyah, kitab ilmu nahwu yang disusun menjadi bentuk nadhom. Jumlah nadhom dari kitab Al-Imrithi 204 syair.

Kitab Al-Imriti ini dikarang oleh Al-Muallamah Syeikh Syarifudien Yahya Al-Imriti. Bisa dikatakan  semua santri yang pernah mondok di pondok pesantren salaf pasti pernah mengetahui kitab Al-Imrithi ini, bahkan hafal kitab tersebut.

Setelah dua kitab ilmu nahwu tadi dipelajari maka sebagai lanjutan ilmu alat yang lazim dipelajari di kalangan pondok pesantren salaf yaitu kitab Alfiah ibnu Malik. 

Kita Alfiyah atau Al-Khulasa al-Alfiyah merupakan sebuah kitab syair yang berjumlah 1000 nadhom, yang membahas tentang tata bahasa Arab dari abad ke-13. Kitab ini ditulis oleh seorang ahli bahasa Arab kelahiran Jaen, Spanyol yang bernama Ibnu Malik.

2. Kitab Amtsilah At-Tashrifiyah

Apabila kitab nahwu dikenal pada kalangan pondok pesantren sebagai bapakna ilmu, maka ilmu sharaf adalah sebagai ibunya. Kedua jenis kitab ini tidak bisa dipisahkan dalam hal pembelajarannya. Seorang santri wajib memahami keduanya. Karena pada dasarnya ilmu nahwu membahas tentang perubahan harokat atau i'rob maka sharaf ini membahas terjadinya sebuahkata atau kalimat.

Untuk kitab sharaf ini sangat banyak jenisnya, namun yang paling familier dikalangan pesantren adalah kitab Amtsilah At-Tashrifiyah. Karangan seorang Ulama' dari Indonesia KH. Ma'sum 'Aly dari Jombang Jawa Timur. 

Kitab Amtsilah At-Tashrifiyah ini biasa dipelajari sebagai kitab dasar dalam mempelajari kitab sharaf, sebagai sarana mempelajari Kitab Kuning.

Di dalam kitab Amtsilah At-Tashrif ini sudah dapat dikatakan lengkap bagi kalangan pemula. Mempunyai susunan yang sudah sistematis di mulai dari tashrif tsulasi mujarrad hingga bab selanjutnya sampai selesai. Selain tsulasi mujarrad terdapat juga tasrhif lughowi, mulai dari fi'il madhi hingga fi'il yang lain.

Dengan susunan yang praktis hingga memudahkan para santri untuk mempelajari kitab tashrif ini. Menampilkan banyak contoh-contoh fi'il dengan berbagai macam kategori, sehingga kitab ini sangat sesuai dijadikan sebagai pedoman dan layak dipelajari bagi santri yang masih baru belajar ilmu sharaf.

3. Kitab Aqidatul Awam

Kitab Aqidatul Awam adalah sebuah kitab tipis yang sangat lengkap bagi pemula untuk mempelajari tentang aqidah. Terdapat 57 bait yang memuat tentang pujian kepada Allah SWT, sifat-sifat Allah dan Rasul-Nya serta para sahabat Nabi. 

Mengetahui sifat wajib dan mukhal bagi Allah SWT juga sifat Rasulullah yang wajib dan sifat yang mustahil bagi Rasul. Kitab yang sangat cocok bagi santri pemula untuk lebih dalam mengenal Alah dan Raulullah.

Kitab Aqidatul Awam ini dikarang oleh Imam al-Allamah Ahmad bin Muhammad Ramadhan bin Manshur al-Maliki al-Marzuki al-Maliki al-Husaini al-Hasani. Beliau adalah seorang mufti yang bermazhab Maliki di Makkah.

Selain dari pembahasan tentang sifat wajib, mukhal dan jaiz baik bagi Allah dan Rasul, kitab ini menjelaskan tentang nama-nama 25 Nabi dan Rasul. Terdapat pula penjelasan tentang nama-nama malaikat yang berjumlah sepuluh beserta tugas-tugasnya.

Menjelaskan tentang nama-nama kitab yang empat, iman kepada hari akhir, qhodo dan qodar, nama-nama keluarga Nabi, penjelasan tentang Isra' dan Mi;raj Nabi Muhammad SAW, serta kewajiban shalat dan penutup.

4. Kitab Mushtholah Al-Hadits

Kitab Mushtholah Al-Hadits adalah salah satu kitab yang juga tidak ketinggalan untuk diajarkan di Pondok Pesantren salaf. Sebuah kitab yang isinya memuat tentang seluk beluk ilmu hadits. Mulai dari macam-macam hadits, kriteria hadits, syarat-syarat menjadi perawi hadits dan sebab-sebab turunnya sebuah hadits.

Berawal dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang memerintahkan kepada Al-Qodhi Abu Muhammad Ar-Romahurmuzi untuk mengarangnya. Agar dapat diketahui tentang apa saja yang berkaitan dengan hadits. Kitab yang juga menjelaskan tentang kedudukan hadits shohih, dhoif, mursal dan lain sebagainya. 

5. Kitab Arbain Nawawi

Kitab Arbain Nawawi adalah sebuah kitab hadits yang tipis yang memuat 42 matan hadits. Kitab Arbain Nawawi ini dikarang oleh Abu Zakariyah Muhyiddin An-Nawawi, dengan sebuah nama Kitab Hadits Arbain, yang mempunyai arti empat puluh hadits, walaupun di dalamnya terdapat 42 hadits.

Hadits yang memuat tentang dasar-dasar agama Islam, yang sangat tepat diajarkan di pondok pesantren salaf. Sangat sesuai dengan santri yang baru menimba ilmu-ilmu agama. Karena di dalam kitab Arbain Nawawi ini diawali dengan niat, agar para pencari ilmu tidak salah dalam menuntut ilmu.

Selain dari niat, terdapat juga hadits-hadits yang menjelaskan tentang zuhud, jihad, adab, danlain sebagainya. Hadits-hadits yang tertuang dalam kitab Arbain ini merupakan sebagai pondasi dalam agama Islam.

6. Kitab Mabadi Fiqih

Sebuah kitab dasar fiqih Islam yang tipis yang berjumlah empat jilid, kitab karangan Syeikh Umar Ibnu Ja'far. Kitab yang memuat tentang fiqih dasar hingga bab haji yang sangat sesuai diajarkan di pondok pesantren salaf. 

Sangat tepat digunakan oleh santri untuk belajar mengenal kitab, sebelum beranjak kepada kitab kuning yang lainnya. Bisa dikatakan kitab Mabadi Fiqih sering diguanakan sebagai belajar memberi makna pegon pada kitab

7. Kitab At-Taqrib Fiqh

Kitab kuning dasar yang pasti diajarkan di pondok pesantren salaf selanjutnya adalah kitab Taqrib. Sebuah kitab fiqih ringkas yang bermazhab Syafi'i yang ditulis oleh Al-Qdhi Abu Syuja. Selain dikenal dengan kitab Taqrib kitab ini mempunyai nama lain, yaitu Al-Ghayah al-Ikhtisar atau Muhtashar Abu Syuja.

Di Pondok pesantren salaf di Indonesia seakan tidak ada yang tidak mengenal kitab ini. Kitab yang sudah pasti dipelajari oleh seluruh santri yang pernah mondok. Karena kitab Taqrib ini walaupun terbilang tipis namun sudah mewakili banyak permasalahan ubudiyah yang kita jalani. Terlebih lagi kitab ini menganut mazhab Imam Syafi'i yang sesuai dengan mayoritas umat muslim di Indonesia.

Imam Al-Qhadi Abu Syuja menulis kitab ini atas permintaan para murid dan teman-temannya dengan tujuan agar orang yang belajar fikih dapat mengetahui hukum secara singkat dan mudah.

Kitab Taqrib yang membahas fikih dengan sangat ringkas dan sangat mudah untuk dipahami. Kitab itu juga ditujukan untuk pemula dan Awam, setelah mempelajari kitab-kitab fiqih sebelumnya. 

Kitab ini disusun menjadi beberapa bab di antaranya Kitab Thaharah, Kitab Shalat, Kitab Zakat, Kitab Puasa, Kitab Haji, Kitab Jual Beli dan Muamalat lainnya, Kitab Nikah, Kitab Jinayat, Kitab Hudud, Kitab Jihad, Kitab Perburuan dan Penyembelihan, dan lain-lain.

8. Kitab Ta’limul Muta’alim

Perlu kita ketahui bersama bahwa kedudukan akhlaq itu lebih mulia dibandingkan dengan ilmu. Akhlaq yang baik mempunyai kedudukan lebih setingkat di atas ilmu.

Sebab, sepandai apapun manusia dan sebanyak apapun ilmu yang dimiliki manusia, tidak akan bisa menghasilkan saripati ilmu tanpa ada akhlak. Hal dasar agar ilmu bermanfaat dan berkah adalah mengutamakan akhlak.

Perlu diingat juga bahwa Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlaq. Sebagaimana bunyi hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu,  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.” (HR. Al-Baihaqi).

Dengan adanya hadits tersebut semakin jelas sudah bahwa, ilmu bukanlah hal yang paling utama, namun akhlaq-lah yang menjadi penentunya.

Kitab yang menerangkan dasar mengenai akhlak ini adalah Kitab Ta’limul Muta’alim karangan Syekh Burhanuddin Ibrahim al-Zarnuji al-Hanafi. Kitab itu merupakan salah satu kitab yang menghimpun tuntunan belajar.

Kitab yang memuat tentang adab dan akhlak bagi seorang yang sedang menuntut ilmu. Kitab Ta'lim Muta'alim ini memuat tentang beberapa adab dalam menuntut ilmu. Mulai dari adab memilih teman, adab kepada kitab, adab kepada ahli ilmu dan keluarganya. Hingga berbagai macam adab yang wajib dipenuhi oleh santri di saat sedang mencari ilmu hingga sampai dirumah masing-masing.

Selain dari 8 Kitab Kuning Dasar Yang Pasti Diajarkan di Pondok Pesantren Salaf ini, tentunya masih banyak lagi jenis dan nama kitab yang diajarkan sebagai dasar-dasar pembelajaran pada pondok pesantren. 

Adapun jumlah kitab atau jenis kitab yang diajarkan sebagai khas pondok pesantren salaf tentunya atas kebijakan pengasuh dan para pengurus yang ada. Tidak menutup kemungkinan dengan bedanya pengasuh tentu akan berbeda juga dalam menentukan kitab yang akan diajarkan. 

Namun 8 Kitab Kuning Dasar Yang Pasti Diajarkan di Pondok Pesantren Salaf, seperti hampir mayoritas diajarkan di seluruh pondok pesantren salaf yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Tanda-Tanda Simbol Ruju' Makna Pegon, Cara Cepat Memberi Makna Kitab Kuning

Demikian informasi tentang 8 Kitab Kuning Dasar Yang Pasti Diajarkan di Pondok Pesantren Salaf, semoga bermanfaat bagi para pembaca, setidaknya akan menambah wawasan tentang apa saja kitab yang dipelajari di pondok pesantren.

Ikuti pula Media Sosial kami :
Terimakasih, Wassalam ......Bamus Media

Post a Comment

Previous Post Next Post