Sejarah Singkat Pondok Pesantren Baitul Mustaqim


Proses berdirinya Pondok Pesantren Baitul Mustqim in tidaklah mudah, dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Tokoh agama dan masyarakat sudah mempunyai keinginan dan cita-cita untuk menjadikan Desa Sidomulyo sebagai pusat pendidikan agama islam jauh hari sebelum pondok pesantren didirikan.
Sejak kedatangan Mbah dahlan di Dusun Sidorahayu pada tahun 1930, beliau ini adalah salah satu tokoh agama dan pemuka Dusun Sidorahayu. Beliau berkomitmen “Tidak diperkenankan orang tinggal di Dusun Sidorahayu kecuali bila orang tersebut mau mengerjakan sholat.” Karena beliau sangat menginginkan suatu saat Dusun Sidorahayu menjadi pusat pendidikan agama islam.
Pada tahun 1959 datang pemuda santri yang bernama Isma’in, untuk kemudian beliau mengajarkan ilmu agamanya di Masjid Baitul Mustaqim.
Pada tahun 1970 Kyai Abdul Djalal pernah mendirikan madrasah diniyah di Mushola Al-Islah Dusun Sidorahayu, meskipun pengajian tak dapat berlangsung lama.
Seiring dengan proses pengajian di atas untuk mewujudkan cita-cita mendirikan pondok pesantren terus dilakukan dengan berbagai upaya, di antaranya :
  • Pada tanggal 02 September 1985, KH. Ngali Hasyim bersama Bapak Utsman pergi ke Kantor Pusat Departemen Agama RI (Sekarang Kemenag) di Jakarta untuk berkonsultasi tentang rencana pembangunan pondok pesantren.
  • Pada tanggal 02 juni 1987 KH. Ngali Hasyim kembali lagi ke Kantor Pusat guna untuk menemui Drs. Nuril Huda dan membicarakan hal yang sama.
  • Pada tanggal 16 Desember 1987 KH. Ngali Hasyim bersama Bapak Utsman dan Bapak Sutikno Effendi menemui Gubernur Lampung, Bapak Pujiono Pranyoto umtuk membicarakan tanah seluas 1 hektar milik Pemda Lampung Tengah yang terletak di samping SMP Nasional Dusun Sidorahayu. Dengan berjalannya waktu dan proses yang cukup lama, akhirnya tanah seluas 1 hektar di samping SMP Nasional resmi menjadi milik masyarakat, akan tetapi walau demikian Gubernur menyarankan agar segera melengkapi persyaratan sebagaimana ketetapan Pemerintah Daerah.
  • Untuk mewujudkan cita-cita pendirian Pondok Pesantren, pada tanggal 25 Maret 1994 para pengurus mengadakan rapat. Dalam rapat tersebut Kiyai Imam Ghozali (Adik Kandung Mbah Dahlan), juga mewakafkan tanah seluas 25 x 48,5 M untuk lokasi pesantren. Dan dalam rapat tersebut KH. Muchtar Ghozali diangkat menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Mustaqim. Nama Pondok Pesantren diambil dari nama Masjid Baitul Mustaqim Dusun Sidorahayu.
  • Hari Rabu tanggal 30 Maret 1994 Pondok Pesantren Baitul Mustaqim resmi berdiri. KH. Muchtar Ghozali yang dibantu oleh Bapak Ustad yang ada pada saat itu, memulai pengajian pertama yang bertempat di Mushola Al-Hikmah (Mushola Pondok Pesantren Baitul Mustaqim saat ini).
Dewan Asatid pada saat itu adalah :

1.      KH. Muchtar Ghozali
2.      Ustad Syamsudin Arief
3.      KH. Ma’mun Syam
4.      KH. Achmad Zunaidi
5.      KH. Abdul Djalal
6.      Kyai Nur Salim
7.      Ustad M. Bahri
8.      Ustad M. Sholeh
9.      Ustad Drs. Zunaidi
10.  Ustad Munshorif
11.  Ustad Utsman
12.  Ustad Nur ‘Aini

Mata pelajaran pada saat itu :

1.      Kelas I            : Iqro’, Fasholatan, dan Tauhid
2.      Kelas II          : Tajwid, Fiqih Wadih, Aqidatul ‘Awam, dan Akhlaq
3.      Kelas III         : Nahwu/Ngawamil, Fiqih Wadih, Tauhid, dan kitab-kitab kuning.

Jumlah santri pada saat itu sekitar 40 santri yang berasal dari Dusun Sidorahayu dan Dusun sekitar.

Pondok Pesantren Baitul Mustaqim resmi berdiri pada tanggal 30 Maret 1994, namun Yayasan Baitul Mustaqim berdiri pada tanggal 20 November 2005, dengan nomor akta yayasan : 54 Tanggal 20 November 1995 dengan nama Yayasan Baitul Mustaqim.

Sumber : Agenda Santri TP. 2012/2013
Lebih baru Lebih lama